Penjelasan VAP

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan jenis pneumonia yang berkembang dalam waktu singkat pada pasien yang menggunakan ventilasi mekanik, dengan infeksi bakteri pertama terdeteksi setelah 48 jam sejak pasien dirawat di rumah sakit atau diintubasi. VAP memiliki dampak serius, seperti meningkatnya angka morbiditas, biaya perawatan, durasi penggunaan ventilasi mekanik, lama rawat inap di ICU (Length of Stay/LOS), serta masa perawatan di rumah sakit. Saat ini, belum ada manajemen khusus untuk VAP yang diterapkan di ICU RSI Sultan Agung Semarang terutama yang dapat dijalankan secara mandiri oleh perawat. CPIS terbukti memiliki hubungan positif dengan angka kematian pasien VAP. Perawat berperan dalam pencegahan, pemantauan, dan evaluasi yang holistik guna mencegah komplikasi, memberikan intervensi yang sesuai dengan kondisi pasien, serta mengendalikan infeksi pada pasien dengan ventilasi mekanik.

Tindakan Pencegahan

Mencegah pertumbuhan kuman

Hindari penggunaan antibiotik yang tidak perlu, dan dekontaminasi saluran cerna secara selektif.

Menjaga kebersihan

Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien, dan jaga kebersihan mulut.

Menjaga posisi pasien

Posisikan pasien semi-recumbent (30-45 derajat), atau menyamping.

Menjaga lingkungan

Disinfeksi lingkungan rumah sakit, tenaga kesehatan, dan peralatan medis.

Menjaga peralatan

Disinfeksi peralatan pernapasan, dan gunakan air steril saat membilas perangkat yang dapat digunakan kembali.

Melakukan fisioterapi dada

Tindakan keperawatan ini dapat menurunkan kejadian VAP.